Saat Di Rumah Aja Apa Yang Anda Lakukan, Saya Baru Saja Mulai



Lebaran telah tiba, libur Lebaran juga sudah dijalani beberapa hari.

Tapi Lebaran tahun ini benar-benar terasa suasana yang berbeda, Covid-19 brengsek ini masih terus saja menghantui seluruh negara.

Alhasil jadilah kita semua Di Rumah Aja.

Kalau sobat lainnya mungkin sudah Di Rumah Aja dari bulan Maret 2020, maka saya baru pas libur Lebaran kemarin bukan hanya Di Rumah Aja, tapi mulai Dirumahkan (sedih).

Ya, perusahaan tempat saya bekerja selama ini tetap berusaha mempertahankan semua karyawannya untuk tetap tidak ada yang terkena PHK.

Namun karena bidangnya adalah entertainment, maka perusahaan kita paling terkena dampak krisis Covid-19 ini.

Tidak diberikannya ijin keramaian Jabodetabek selama masa PSBB ini benar-benar telah memukul industri entertainment yang selama ini mengandalkan hidupnya dari Show-show lapangan dan para EO.

Perusahaan benar-benar ZERO INCOME dari bulan April-Mei 2020 ini.

Sehingga semenjak bulan April 2020 sebagian karyawan terpaksa dirumahkan, dengan gaji yang dibayar tidak penuh.

Saya masih termasuk yang tetap bekerja, karena di bulan April itu adalah hari-hari sibuknya saya menyelesaikan Laporan Pajak Perusahaan bersama team.

Jadilah saya tetap menerjang PSBB dengan tetap bekerja, namun saya menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Pakai masker adalah mutlak bagi saya, bahkan saya punya banyak masker untuk gonta-ganti.

Hand Sanitizer untungnya karena saya juga usaha sabun Motto, masih mendapat jatah 1 jerigen 5 liter yang saya beli awal Maret 2020 saat pandemi masih belum terlalu heboh.

Jadi saya wajib membawa hand sanitizer setiap saya keluar rumah dengan dimasukkan dalam botol kecil.

Setiap pulang sebelum masuk pintu rumah, saya semprotkan disinfektan home made yang saya siapkan setiap pagi.

Baik kendaraan, tas, sepatu, jaket, helm karena saya ke kantor naik motor, arloji, sampai handphone saya semprot dengan cairan disinfektan ini.

Sampai di dalam rumah saya cuci tangan, kemudian masker saya rendam air sabun.

Pakaian kotor sebelum saya masukkan ember cuci selalu saya semprot dengan cairan disinfektan, bahkan uang di kantong yang saya gunakan hari itu, saya keluarkan semua dan saya semprot juga dengan disinfektan.

Baru saya cuci tangan dan mandi.

Di kantor pun meja, kursi dan peralatan komputer semuanya sebelum saya gunakan saya lap dengan cairan Dettol dilarutkan dengan air.

Itu saya lakukan SETIAP PAGI dan SETIAP MALAM PULANG KERJA

Terlalu Parno ??? Jelas !!

Mungkin banyak yang mengejek, tapi karena saya melihat dampak Covid-19 yang luar biasa, dimana di Di Italia bahkan Amerika sampai bertruk-truk mayat tidak mendapat tempat maka buat saya ini hal yang wajar saya lakukan.

Prinsip saya , kita harus ADU RAJIN sama virus ini.

Karena kalau kita lengah , maka si virus ini akan dengan senang hati menghampiri kita.

Saya tidak mau karena kita malas sedikit saja maka ada keluarga saya yang menjadi korban.

Makanya jujur saya GREGETAN banget sama orang-orang yang masih menganggap seenaknya sama virus ini, masih nongkrong-nongkrong, pergi-pergi kesana kesini tanpa keperluan yang jelas, mana ga pakai masker lagi (*tepok jidat)

Kasihan sama orang-orang yang sudah berusaha menjaga, yang sudah patuh dirumah aja selama ini, yang sudah patuh tidak berusaha selama ini, bahkan sampai yang sudah patuh ibadah dari rumah aja selama ini.

Kasihan sama para tenaga medis yang kelelahan, terbungkus APD berlapis-lapis selama berjam-jam.

Coba deh kalian yang masa bodo rasain sehari aja pakai tuh APD 1 lapis aja tapi tidak boleh kalian lepas, terus beraktifitas, tahan ngga ?

Kembali ke cerita perusahaan tempat saya bekerja, akhirnya karena diperkirakan sampai bulan September 2020 masih belum ada event apapun, jadilah libur Lebaran ini, Bos meminta kami untuk Libur yang benar-benar PANJANG alias dirumahkan.

Gaji tetap dibayar tapi mungkin hanya sekitar 50%, dan kami akan mulai bekerja dengan WFH (Work From Home).

Ironis ya, saat sobat semua mungkin Stay At Home karena PSBB , kami terpaksa bekerja.

Saat pemerintah mulai ingin melonggarkan PSBB, dan mulai membuka kembali ekonomi per Juni, kami malah sekarang yang gantian Stay at home...hahahaha...

 

Semoga badai Covid-19 ini cepat berlalu, dan semua bisa mulai pulih seperti sedia kala.

Sewaktu kita bekerja dalam keadaan normal, kita biasanya rindu untuk bisa libur dan di rumah, malah sampai ada yang pura-pura sakit, hayooo ngaku (tapi saya sih ngga ..hehe).

Tapi sekarang ini kita seperti sedang Liburan Mahal, karena kita bisa libur di rumah tapi pemasukkan berkurang, seperti habis selesai membayar tour yang lumayan mahal harganya.

Nah buat sobat sekalian yang selama ini di rumah aja cerita ya di kolom komentar, selama ini apa aja yang sudah dilakukan.

Oh iya buat sobat yang penasaran dengan disinfektan yang saya gunakan setiap hari, saya membuatnya dengan rumus : 1 Liter Air Bersih + 2 Sdm Karbol + 2 Sdm Pemutih (Bayclin/Proclean) + 4 sdm pembersih Lantai (Superpel,dll)

Kemudian saya masukkan dalam botol semprot yang saya beli, yang biasanya digunakan untuk semprot burung.

Untuk 1 botol karbol, pemutih dan pembersih lantai, saya bisa membuatnya lumayan banyak.

Bahannya baru mulai habis setelah saya pakai hingga pertengahan Mei kemarin.

Padahal saya memakainya sudah semenjak Maret 2020 lalu.

Mungkin resep ini bisa teman-teman coba saat keadaan New Normal mulai diberlakukan. 

Biarkan saja dibilang parno, prinsip saya adalah saat keadaan new normal diberlakukan kita akan menjaga diri kita masing-masing.

Komen ya sob, apa pendapat anda.






Komentar